LENSA KLATEN.COM – Melengkapi kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Klaten ke 221 yang jatuh pada Senin (28 07/2025) Bupati Klaten Hamenang wajar ismoyo bersama wakilnya Benny Indra Ardianto beserta seluruh jajaran Forkopimda dan kepala OPD serta dinas terkait melakukan ziarah ke beberapa makam di Klaten yang dipercaya memiliki keterkaitan erat dengan berdirinya Kabupaten yang kini memiliki sekitar 1,3 juta jiwa penduduk ini.
Kamis pagi (24/07-25) ziarah diawali ke makam Kiai dan Eyang Melati yang berada di Kampung Sekalekan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah. Dibawah rimbun pohon Asem jowo, tampak sosok berderet beberapa batu nisan yang hanya terbuat dari tumpukan batu kuno yang diyakini sebagai makan Kiai Melati atau eyang Melati, sosok di balik cikal bakal nama Klaten.

Usai dari makam Eyang Melati yang sampai saat ini masih dikenal “wingit” dan banyak dikunjungi para peziarah, rombongan melanjutkan perjalanannya menuju Makam Panembahan Agung Kajoran yang berada di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Di Komplek pemakanan yang persis disebelah utara sungai ujung yang bermuara di sungai bengawan Solo,ini bersemayam KRT Mangun Negoro yang merupakan Bupati Klaten pertama dan makam KRT Mangundilaga Bupati Klaten ke 2.
Usai melakukan ziarah serta doa untuk para leluhur Bupati berkesempatan memberi bantuan serta kenang kenangan kepada juru kunci serta masyarakat sekitar.
Perjalanan dilanjutkan ke makam Sunan Pandanaran di Bayat yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Kajoran. Usai melakukan doa di makam Sunan Pandanaran yang dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di Jawa, Bupati beserta rombongan melakukan kembul bujono nasi tumpeng, bersama para abdi dan juru kunci makam sebagai ungkapan rasa syukur .

Acara ziarah kubur diakiri ke makam KRT Mangundilaga II Bupati Klaten ke 3 yang berada di komplek pemakaman umum desa Semangkak, kecamatan Klaten Tengah. Sama seperti yang lain, disini Bupati bersama rombongan melakukan doa dan tabur bunga, serta pemberian bantuan paket sembako.
Usai melakukan ziarah kepada wartawan Hamenang menjelaskan ziarah ke para leluhur merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setaip memperingati hari jadi Klaten. Tidak ada maksud lain dalam kegiatan ini, selain ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Klaten dan para pemangku jabatan di Klaten agar mengetahui silsilah dan riwayat awal berdirinyas Klaten termasuk, siapa Bupati pertama kali yang memimpin Klaten
” ziarah ini kita lakukan untuk mengenang sekaligus mengetahui silsilah siapa leluhur pemimpin kita terdahulu. Tradisi ini perlu kita lestarikan dan uri uri, agar generasi muda kita tidak kehilangan jati diri dan selalu ingat siapa leluhurnya. Dan dala kesempatan ini kita mengirimkan doa kepada para leluhur agar kemudian diberikan jalan terbaik dan disisi Allah”, ujarnya.
Selain memberi pesan kepada generasi muda di Klaten, agar tidak kehilangan jati diri dan tahu leluhurnya, Bupati juga berharap, dengan serangkaian acara ini apa yang sudah dicita-citakan bersama dapat segera terwujud. Yakni Masyarakat Klaten yang maju, sejahtera dan berkelanjutan, adem ayem, tentram dan bahagia.









