LENSA KLATEN.COM – Terobosan baru kembali dilakukan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM, dalam mengatur dan menanta ritme pemerintahan dibawah kepemimpinannya. Jika pada awal tahun kegiatan Sambang warga yang diubah menjadi Sambung Roso dengan kemasan yang lebih sederhana dan fleksibel, kini orang nomor satu di Klaten ini merubah pola rakor setiap Senin yang selalu diadakan di ruang kerja Bupati atau Ruang Rapat Pemda, menjadi Rakor yang “Mobile” bisa dilakukan dimana saja.
Rakor yang lebih fleksibel dan mobile berpindah pindah dari satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ke OPD lain, dimaksud untuk menggenjot soliditas dan harmonisasi internal. Selain itu dengan tempat yang berpindah pindah bisa membuat suasana lebih fresh, dinamis, sekaligus bisa dijadikan ajang silahturohmi, tanpa mengurangi makna rakor itu sendiri.
” Selama ini rakor “Seninan” terkesan monoton dan terkadang membuat jenuh para kepala OPD, sehingga mereka tampak kurang greget. Pola ini sekarang kita ganti dengan Rakor yang berpindah pindah tempat. Sekarang di OPD DPU PR besok bisa di dinas lain. Harapannya akan memberi suasana dan warna baru, sehinga inovasi, kekompakan, kerjasama serta soliditas teman teman semakin tinggi dan kuat, untuk bersama sama membangun Klaten”, ujar Bupati usai memimpin Rakor di kantor Dinas PUPR Senin (23/02-26).
Dalam rakor yang digelar 2 minggu sekali ini menurut Bupati selain membahas evaluasi capaian program paparan setiap OPD terkait progres kegiatan yang sudah berjalan, mulai dari kendala serta rencana tindak lanjut, juga menampung serta menindak lanjuti kondisi terakhir yang terjadi dilapangan.
“Setiap dua minggu kita evaluasi. Apa yang sudah dilakukan, apakah berjalan baik dan benar. Ini bagian dari kerangka besar persiapan kita, termasuk menyongsong penyusunan APBD 2027. Selain itu dalam Rakor kita juga membahas kira kira apakah ada ada sesuatu yang harus kita lakukan, sesuai kondisi terakhir dilapangan” katanya.
Bupati juga menjelaskan, selain evaluasi program kerja dalam dua bulan terakhir, serta pematangan rencana kegiatan di tahun 2026, dalam kesempatan tersebut juga dipersiapkan perencanaan untuk anggaran tahun 2027 nanti. Di sini Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh program strategis berjalan sesuai target, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan infrastruktur.
Ketika disinggung kesiapan Klaten menghadapi lebaran Bupati menjelaskan, Pemkab Klaten terus berupaya memberi yang terebaik bagi masyarakat. Terutama menjelang lebarana, dimana PUPR beserta dinas terkait akan bekerja keras memperbaiki beberapa ruas jalan yang rusak.
Dengan intensitas hujan yang relatif tinggi lanjut, Bupati menjadi sebah persoalan tersendiri terhadap kondisi jalan di Klaten. Kondisi ini diperparah dengan masiah banyaknya kendaraan angkutan matrial dengan tonase yang melebihi ketentuan (overload).
” Kita akui banyak jalan yang rusak. tapi tidak semata karena kuwalitas jelek atau lama tidak diperbaiki. Tapi leboh dominan karena masih banyak pengemudi truk matrial yang memuat angkutan dengan tonase yang melebihi ketentuan (overload). Kondisi ini diperparah dengan intensistas curah hujan yanag tinggi. sehingga jalan cepat rusak”, ujarnya.
Kedepan lanjut Bupati guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, Pemda akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Polisi, guna melakukan tindakan tilang, bagi pengemudi truk yang nekad membawa muatan over kapasitas.

Sementara guna mendukung kelancaran arus mudik lalu lintas, Bupati menambahkan dinas PUPR telah memulai perbaikan di berebagai titik jalana yang dianggap haraus mendapat skala prioritas perbaikan. terutama di ruas ruas jalan yang padat serta jalur alternatif mudik.
langkah cepat saat ini Dinas PUPR mulai mengerjakan pekerjaan tambal sulam di titik-titik rusak. Disusul nantinya pekerjaan perbaikan atau peningkatan jalan, setelah proses lelang selesai.
Sementara Kepala Dinas PUPR Klaten, Suryanto SE, menjelaskan upaya perbaikan jalan sebenarnya telah dimulai sejak 2025 sebagai bagian dari persiapan mendukung arus mudik Lebaran 2026. Baik pekerjaana tambal sulam ringat atau peningkatan.
Untuk jalur strategis yang ditingkatkan antara lain, ruas jalan Manisrenggo–Kadilajo, Tulung–Cokro, Wonosari–Bolali, Kedungan–Troketon, hingga Jalan Ki Ageng Pemanahan. Ruas-ruas tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai jalur distribusi dan alternatif arus kendaraan saat musim mudik.
Sementara lanjut Suryanto, dari 18 paket pekerjaan pemeliharaan rutin jalan yang kini telah rampung proses lelang, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai pekan depan. Dengan cakupan 38 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Klaten.
” Kita akan menggunakan sisa waktu dengan kerja maksimal. Sesuai arahan mas Bupati semua jalan harus sudah baik jelang arus mudik mulai ramai. Walau kita berusaha semua jalan harus mulus, jalur alternatif yang biasanya dilalui pemudik akan kita utamakan”, ujarnya.















