LENSA KLATEN.COM – Bupati Klaten Hamenang wajar Ismoyo Senin siang menyempatkan meninjau langsung longsornya tanggul parit yang berada di tepi jalan Nasional Jogya-Solo, tepatnya di desa Merbung, kecamatan Klaten Selatan Jawa Tengah.
Didampingi Kepala Dinas PUPR Klaten Suryanto ST, serta kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sahruna, meminta agar dinas PU segera melakukan penanganan darurat, untuk selanjutnya melapor dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini pengelola jalan.
” Yang bisa kita lakukan ialah penanganan darurat, dan berkoordinasi dengan dinas terkait, agar jalan tetap aman dikendarai dan tidak membahayakan pengguna jalan. Setelah itu Pemda akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, karena jalan ini masuk jalan Nasional”, terang Bupati kepada wartawan, usai melakukan sidak Senin (19/01-25).
Bupati menjelaskan ambrolnya talud sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian 3,5 meter karena tak mampu menahan gerusan air yang cukup deras, yang disebabkan tingginya curah hujan yang turun akhir akhir ini.
Sementara Suryanto Kepala Dinas PUPR menjelaskan sebagai langkah darurat Pemda telah memasang barier di sepanjang tepi jalan dan menutup talud yang ambrol dengan plastik terpal agar tidak mudah tergerus saat turun hujan.
Selain itu juga di pasang rambu peringatan agar pengemudi jalan berhati hati. Langkah darurat ini diambil agar arus lalu lintas Yogya-Solo lewat jalur by pass selatana tetap berjalan lancar.
” Sebagai langkaah darurat kita telah berkoordinasi dengan dinas Perbuhungan Klaten, agar memasang rambu rambu lalu lintas serta barier di lokasi tanggul yang ambrol, agar lalu lintas tetap lancar dan pengguna jalan lebih berhati hati”, terangnya.
Perlu diketahui tanggul peyangga jalan by pass selatan ambrol pada Minggu sore (18/01-06) saat terjadi nhujan lebat yang mengguyur kota Klaten.
Ditepi tanggul mengalir sebuah sungai kecil (parit) yang memiliki arus deras saat hujan tiba. Bahkan saking derasnya parit ini sering membuat banjir wilayah perumahan Krapyak, Merbung. Parit tak mampu menampung banyaknya air sehingga meluap ke perumahan penduduk.















