Bupati Beri Jawaban Dua Raperda Di Sidang Paripurna DPRD Klaten.

LENSA KLATEN.COM – DPRD Kabupaten Klaten Jawa Tengah kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda membahas jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi terhadap dua Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) yakni Raperda tentang Inovasi daerah serta Raperda tentang penyertaan modal pada BUMD (Badan Usaha Milik Daerah.

Dalam sidang yang digelar di aula gedung DPRD Klaten Rabu (3/11-25, hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar ismoyo didampingi wakil Bupati Beny Indra Ardiyanta guna menyampaikan penjelasan terkait sejumlah point penting yang menjadi sorotan atau perhatian fraksi fraksi di DPRD.

Terkait penyertaan modal pada  PT.BPR BKK Tulung orang nomor satu di Klaten ini menjelaskan langkah tersebut merupakan kebijakan strategis yang memberikan dampak nyata bagi daerah dan geliat perekonomian rakyat.

“Penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Klaten merupakan langkah strategis yang mampu memperkuat struktur permodalan BPR. Dengan penguatan modal, BPR dapat meningkatkan fungsi intermediasi, memperluas penyaluran kredit, memperbesar jangkauan layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah,” jelasnya.

Terkait  pertanyaan fraksi, tentang Raperda Riset dan Inovasi daerah, Hamenang mengatakan hal itu merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengatasi berbagai kendala yang selama ini menjadi hambatan pengembangan inovasi.

Disini pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis dan pelatihan sesuai bidang keahlian.  Kedua, melaksanakan fungsi efisiensi dan efektivitas anggaran guna mengatasi keterbatasan pendanaan program inovasi.

Ketiga, melaksanakan desk inovasi daerah di seluruh perangkat daerah, dengan harapan setiap perangkat daerah minimal memiliki satu inovasi terapan. Terakhir mengintegrasikan berbagai inovasi ke dalam satu aplikasi besar yang mampu menyinergikan beberapa aplikasi perangkat daerah agar lebih efektif dan tidak tumpang tindih.

Dengan penjelasan tersebut Bupati berharap pembahasan dua raperda ini dapat berjalan lebih komprehensif sehingga menghasilkan regulasi yang mendukung kemajuan daerah, baik dalam hal inovasi maupun penguatan BUMD sebagai pilar ekonomi masyarakat Klaten.

Idul Fitri