LENSA KLATEN.COM – Mengantisipasi timbulnya penyakit serta air menggenang ditengah musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi, pengelola pasar Srago yang membawahi sekitar 9 pasar di wilayah kota Klaten, menggelar aksi bersih bersih dilingkungkungan pasar.
Kegiatan yang dipimping langsung Koordinator/lurah pasar Srago Agus Setyono SE, dilakukan Jum’at pagi (20/02-26) di sekitaran pasar Gayamprit, Klaten Selatan.Klaten Jawa tengah, dengan melibatkan sekitar 20 personilnya.
Agus Setyono kepada wartawan menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan, guna menjaga kebersihan di lingkungan pasar guna memberi rasa nyaman dan aman para pengunjung.
Apalagi pasar berdekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara. Sehingga sering menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu pengunjung.
Selain itu lanjut Agus kegiatan dimaksud guna mencegah atau mengantisipasi timbulnya penyakit, yang diakibatkan lingkungan tidak bersih. Misalnya demam berdarah, diare serta lainnya.
” Giat ini kita lakukan selain menjaga kebersihan lingkungan pasar, juga untuk memastikan lingkungan pasar bersih dan nyaman. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat otomatis bisa memutus mata rantai pertumbuhan nyamuk atau lalat yang bisa mengakibatkan penyakit, baik itu diare atau sakit perut serta nyamuk demam berdarah”, ujarnya.
Terkait keberlanjutan kegiatan, kepala pasar yang diakbrab dengan sebutan Agus Tampir ini, mengatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan setiap hari jum’at atau di event event tertentu, di semua wilayah pasar yang menjadi tanggung jawabnya. Seperti pasar Induk Srago, pasar Ngepos, pasar Melinjon, pasar Plembon, pasar Kliwon serta pasar Totogan Jatinom.
Ditambahkan pula kegiatan kedua yang dilakukan di pasar Gayamprit, karena di pasar berdekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara. Sehingga tak sedikit warga sekitar ikut membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS tersebut disediakan khsusus untuk sampah pasar. Sehingga TPS cepat penuh dan kadang luber, sehingga mengganggu kebersihan pasar.
” Produk sampah kami hanya sekitar 1 grobak setiap hari. Tapi karena letak TPS ada dipingir jalan, mau tak mau warga sekitar ikut membuang sapah ditempat itu. Akibatnya bak sampah cepat penuh dan kadang berceceran, sehingga mengganggu kebersihan lingkungan”, tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi agar warga tidak membuang sapah disembarang tempat dan disekitar lokasi pasar, pihaknya membuat tulidsan larangan membuang sampah serta menutup lokasi tersebut dengan jala warring parranet.
Selain membersihkan lingkungan pasar Agus Tampir menjelaskan, pihaknya juga melakukan pembongkaran lapak kosong dipinggir jalan yang sudah tidak digunakan pemiliknya.
” Kami juga membersihkan beberapa lapak liar dan lapak kosong yang sudah ditinggal pemiliknya. Padafal sebelumnya sudah kita peringati dilarang membangun lapak semi permanen di sepanjang pinggir jalan. Tapi mereka nekad”, tegasnya.















