Lensa Klaten.Com – KLATEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Gerakan Pangan Murah hasil kerja sama dengan BNI, BUMD, OPD, dan pemerintah daerah. Acara ini bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa acara ini harus memberikan manfaat nyata bagi warga, bukan sekadar formalitas.
“Fokus kita adalah hasil nyata. Bahan pokok adalah kebutuhan mendasar. Stok yang banyak tidak ada artinya jika masyarakat tidak mampu membelinya,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menambahkan, pemerintah perlu mengintervensi harga dengan membantu petani dan peternak menekan biaya produksi. Dengan begitu, harga komoditas seperti beras, minyak, dan telur tetap aman. Luthfi juga meminta dinas terkait memperkuat koordinasi lintas sektor dan menggandeng pelaku usaha agar hasil panen terserap dengan baik.
Sementara itu, Plt Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, menyebutkan ada 20 stan UMKM yang ikut serta. Stan tersebut menjual sayur, beras, telur, hingga produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) lokal.
“Kami mengajak masyarakat datang berbelanja karena stoknya banyak dan harganya murah. Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban belanja harian warga,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Linda ini.
Mbak Linda juga mengapresiasi KWT di Klaten yang konsisten mendukung ketahanan pangan daerah selama bertahun-tahun. Ia berjanji pemerintah akan terus mendampingi mereka agar produknya makin dikenal luas.
Melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat ini, diharapkan harga kebutuhan pokok di Klaten tetap stabil dan ekonomi warga terbantu.(Red/Kopim)










