Lensa Klaten. com – KLATEN — Di tengah kepungan teknologi modern dan disrupsi digital yang kian tak terbendung, sebuah benteng moral yang besar justru sedang dibangun di Klaten.
Langkah strategis ini dimulai saat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Klaten resmi dibuka di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Selasa (13/10/2026). Ajang ini bukan lagi sekadar kompetisi piala biasa, melainkan sebuah misi krusial untuk mencetak generasi Qurani yang tangguh agar identitas mereka tidak luntur digerus zaman.
Pembukaan agenda akbar ini dihadiri langsung oleh pimpinan daerah, mulai dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Klaten, perwakilan Forkopimda, perwakilan Kementerian Haji, hingga tokoh-tokoh agama terkemuka.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten, Nurcholis Arif Budiman, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini mencatatkan partisipasi luar biasa, yakni diikuti oleh 242 peserta dari 26 kafilah. Mereka akan menguji kemampuan terbaiknya dalam lima golongan lomba yang mencakup tiga cabang utama: seni baca Alquran, hafalan Alquran, dan seni kaligrafi.
Guna menjamin keadilan dan transparansi tingkat tinggi, panitia menerjunkan 14 dewan hakim profesional yang menilai secara objektif sesuai kompetensi masing-masing. Keputusan ini diambil agar hasil perlombaan bersifat mutlak, adil, dan kredibel bagi seluruh kafilah.
Mengingat besarnya skala kompetisi, seluruh rangkaian perlombaan ini digelar secara serentak di lima lokasi berbeda. Nurcholis menambahkan, kesuksesan acara ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara Pemkab Klaten, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), serta elemen kepanitiaan.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam pidatonya menegaskan sebuah pesan mendalam. Dirinya menyebut bahwa MTQ adalah momentum mulia untuk membumikan nilai-nilai suci di tengah masyarakat, bukan sekadar panggung untuk membaca atau menghafal.
Ia menggarisbawahi bahwa di era modern saat ini, penguatan moral berbasis Alquran adalah tameng terbaik bagi anak muda. Dengan fondasi spiritual yang kokoh, generasi muda Klaten diyakini mampu menaklukkan berbagai tantangan zaman tanpa harus kehilangan jati diri mereka.
Hamenang juga menaruh harapan besar agar ajang tingkat kabupaten ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul. Dirinya optimistis, melalui pembinaan yang berkelanjutan, perwakilan Klaten mampu menembus podium juara di tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga ke kancah internasional.
Menutup arahannya, Bupati Klaten mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan sportivitas dan menjaga persaudaraan. Ia berpesan bahwa siapa pun yang berjuang dan mendekatkan diri dengan Alquran, pada hakikatnya sudah menjadi seorang pemenang sejati di hadapan Allah SWT. (Red)










