LENSA KLATEN.COM – Sebanyak 480 peserta program mudik gratis yang difasilitasi Pemkab Klaten, rabu malam,(26/03/2025) tiba di terminal ir soekarno Klaten.
Program mudik gratis pemkab klaten tahun ini menggunakan 10 bus, tiba di terminal pada rabu malam sekitar pukul 9 lebih 20 menit dengan selamat. Rombongan mudik gratis menempuh perjalanan sekitar 10 jam dari taman mini Indonesia indah (TMII) Jakarta.
Sesampai di terminal Ir. Soekarno Klaten, mereka disambut bupati Hamenang Wajar Ismoyo beserta wakil bupati Benny Indra Ardhianto serta jajaran pemkab Klaten.
Hardiyanti, salah satu peserta mudik gratis mengaku senang bisa kembali ke kampung halaman tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Ia bersama suami dan dua anaknya sudah yang ketiga kalinya mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemkab Klaten. dia mengungkapkan jika membeli tiket bus untuk perjalanan dari jakarta ke klaten setidaknya keluar biaya Rp 450.000 per orang.
“ kami bersyukur mas, sudah ketiga kalinya kami sekeluarga bisa mudik gratis program Pemkab Klaten ini. Ini sangat membantu kami, terlebih bagi warga yang pas pasan, dan ini sudah tepat sasaran dan sangat membantu kami,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh may, salah seorang ibu rumah tangga warga jogonalan klaten. Ia mengaku sudah 2 tahun tidak mudik saat lebaran. kini ia merasa senang bisa mudik bersama warga klaten secara gratis.
“ saya sangat bersyukur mas, bisa mudik saat ini, karena sudah dua tahun tidak mudik saat lebaran. Saya sebagai ibu rumah tangga sangat bersyukur adanya program mudik gratis tersebut. Semoga program ini terus dilakukan karena sangat membantu warga, “ ungkapnya.
Bupati klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan, program mudik gratis merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Pemkab Klaten. Untuk tahun ini ada sekitar 10 bus dengan sasaran 480 pemudik.
Dalam pendataan warga peserta mudik di jakarta, pemkab melibatkan sebuah paguyuban warga klaten yang ada di jakarta.
“ Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud hadirnya pemerintah bagi warga Klaten yang ada di perantauan, untuk membantu mereka terlebih bagi yang belum bisa mudik secara mandiri,” kata Bupati.
Sesampai di terminal dan sebelum para pemudik pulang kerumah masing-masing, disediakan makan soto khas Klaten secara gratis.










