LENSA KLATEN.COM – Menjelang lebaran, proses perbaikan jalan terus dikebut, salah satunya dengan proses perbaikan tambal sulam di beberapa ruas jalan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa metode tambal sulam dipilih sebagai langkah tercepat untuk penanganan darurat, sembari tetap menjalankan program peningkatan kualitas jalan melalui pengaspalan dan pengecoran beton di sejumlah titik setiap tahunnya.
“Pokoknya sebelum Lebaran harus sudah selesai. Harapannya begitu. Tapi tentu tidak semua ruas bisa sekaligus, karena ada jalan kabupaten, ada jalan provinsi, jalan pusat, dan jalan desa. Kami fokus dulu di jalan kabupaten,” tegasnya.
Ia juga menyoroti faktor curah hujan tinggi dan muatan kendaraan berat sebagai penyebab meningkatnya risiko kerusakan jalan, terlebih di wilayah yang dilalui kendaraan pengangkut pasir. Mas Hamenang mengaku masih menemukan truk dengan tonase berlebih melintas di ruas tersebut
Sedangkan saat ini, 18 ruas jalan di Kabupaten Klaten akan dikebut perbaikannya menjelang hari raya idul fitri 2026. Untuk memuluskan kegiatan tersebut pemerintah Kabupaten Klaten telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 120 milliar.
” Saat ini semua proses administrasi serta pelelangan telah kita kebut dan mudah mudahan segera mendapat persetujuan. Begitu rampung pengerjaan akan kita kebut, sehingga dengan sisa waktu yanag sangat mepet ini, sebelum lebaran 18 ruas jalan sudah mulus”, demikian disampaikan kepala Dinas PUPR Kabupaten Klaten Suryanto ST, didampingi Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tri Siwidodo serta Subkoordinator Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan dan jembatan Agus Setyono ST.MM.
Pemeliharaan atau peningkatan 18 Ruas jalan yang akan dikebut dan dikerjakan tahun ini hampir merata ada di seteiap kecamatan. Misalnya ruas jalan Kalikebo – Kalikotes di kecamatan Trucuk dan kalikotes, Jalan Karangturi-Kaligayan di kecamatan Wedi dan Ganti warno, jalan Karanglo – Ngawonggo di kecamatan Ceper dan Polanhardjo.
Selain itu perbaikan juga menyasar di wilayaha Kecamatan Wonosari dan Juwiring yakni jalan Padangan – Juwiring. Jalan Kerajan-Pomah di wilayah kecamatan Jatinom dan Tulung, Jalan Tempel-Kaligawe di kecamatan Karangdowo, jalan kaliboga-Karangasem diwilayah kecamatan bayat dan cawas, jalan Sawit – Jali, Prambanan-Gantiwarno di kecamatan Gantiwarno dan Prambanan serta beberapa ruas jalan lainnya.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Klaten, Tri Siwidodo, mengungkapkan 18 paket pemeliharaan rutin jalan yang akan dikerjakan saat ini sudah memasuki tahap lelang dalam pengadaan barang/jasa (PBJ).
Terkait pelaksanaan Tri Siwidodo menjelaskan tergantung dari tahapan PBJ. Namun, dirinya berharap sebulan sebelum Lebaran, kegiatan pemeliharaan rutin bisa dimulai.
“ Pelaksanaan dilapangan tergantung proses di PBJ ya. Mudah-mudahan kami sebulan sebelum lebaraan semua proses sudah selesai, sehingga kita punya waktu waktu untuk melakukan perbaikan”, ujarnya.
Menurut Tri Siwidodo Pemeliharaan rutin yang dikebut sejak awal tahun 2026. Selain guna melancarkan transportasi masyarakat, juga untuk memastikan kesiapan ruas jalan Kabupaten dalam kondisi baik dan mulus memasuki lebaran nanti.
Terpisah, Subkoordinator Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan dan jembatan Agus Setyono ST.MM. menambahkan walau sekitar 13 paket pekerjaan peningkatan jalan yang direncanakan tahun ini masih dalam tahap lelang, namun perbaikan ringan sudah dimulai sejak januari lalu.
Proses tambal sulam serta perbaikan ringan yang merupakan penanagan mandiri terus dikebut. Dalam proses ini PU menggunakan matrial cadangan serta pasukan yang terbagi 2 tim, dimana satu tim terdiri dari sekitar 5 sampai 7 personil.
“Dalam kegiatan yang terkait dengan pemeliharaan atau peningkatan jalan kita menggunakan skala prioritas mana yang harus didahulukan . Hal ini mengacu pada beberapa hala misalnya tingkatan kepadatan lalu lintas, urgensi, kondisi jalan serta lainnya.
” Pada prrinsipnya kita akana terus bekerja semaksimal mungkin, agar semua jalaur jalan di Klaten akan mulus dan nyaman dilalui saat arus mudik lebaran nanti. Selain jalur jalur rawan dan padat, tentunya kita juga memberi skala prioritas bagi jalan rusak yang biasanya dijadikan jalur mudik saat lebaran”, ujarnya.









