107 Tahun Damkar Klaten, Semakin Profesional Dan Dicintai Rakyat.

Lakukan Lebih dari 818 Kali Penyelamatan Dalam Setahun.

LENSA KLATEN.COM – Unit Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Klaten, Jawa Tengah Minggu (01/03-26) genap memasuki uasisnya ayanag ke 107 tahun. Diusia yang tidak muda lagi ternyata kini Damkar Klaten semakin frofesional dan menjadi salah satu idola masyarakat Klaten dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Walau tetap konsisten dalam isi utamanya yakni melakukan pemadaman api ketika terjadi musibah banjir. Tapi pergeseran persoalan “kepercayaan” dilapangan membuat Damkar Klaten menjadi salah satu alternatif pertama bagi masyarakat Klaten dan sekitarnya jika memiliki persoalan. Baik persoalan pribadi atau yang bersifat kedaruratan.

Hal ini tertunya dapat dilihat dari perjalanan kinerja mereka dalam setahun ditahun 2025 kemarin. Misalnya Damkar selama tahun 2025 telah berhasil melakukan upaya penyelamatan, baik penyelamataan nyawa manusia atau hewan.

Misalnya Penyelamatan Kondisi Darurat Domestik / Lingkungan Keluarga 202 kasus, penyelamatan Ancaman Hewan Liar /Animal Rescue 506 kasus. Belum terhitung kegiatan lain seperti, penanganan sarang tawon Vespa : 98, pelepasaan cincin ada 111 kali, serta lainnya.

Kantor Damkar Klaten yang baru.

Terakhir Damkar didatangi nasabah BKK Klaten yang selama ini nyaris putus asa demi memperjuangkan uangnya kembali. Mereka datang ke damkar Klaten, dengan harapan Damkar bisa mencarikan sosuli terbaiknya agar tabungan mereka yang jumlahnya sampai 54 milliar bisa keembali.

Dinamika kepercayaan publik (masyarakat) terhadap sebuah istitusi akhir akhir ini memang sering menjungkir balikkan fakta dilapangan. Banyak orang yang “hilang kepercayaan”, terhadap sebuah lembaga yang seharusnya menjadi tempat mengadu.

Mereka memilih mencari cara lain untuk menyelesaikan masalahnya. Dan saat ini salah satu lembaga atau institusi yang sedang naik daun dan menjadi “primadona” dalam menyelesaikan masalah adalah DAMKAR.  Kepercayaan masyarakat terhadap DAMKAR lebih dominan ketimbang lembaga lain dalam menyelesaikan persoalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat) Pol PP Klaten Joko Indrawan SH.MM didampingi Sumino Kepala Bidang Kebakaran kepada wartawan menjelaskan, selama tahun 2025 DAMKAR Klaten mininal telah melakukan kegiatan sosial penyelamatan lebih dari  818 kali, dari berbagai kejadian.

Joko Hendrawan SH.MM Kasat Pol PP & Damkar Klaten

Menurut Joko dari jumlah tersebut jumlah kegiatan penyelamatan atau pertolongan justru lebih banyak didominasi kejadian yang tidak ada kaitannya dengan kebakaran. Misalnya penyelamatan hewan, evakuasi atau jenasah atau hewan, penyelamatan orang,, hingga masalah sosial lainnya seperti, ibu melahirkan, anak minta sunat, oraang terkuci dalam kamar, copot cincin, dan lainnya.

Sementara upaya penyelamatan kebakaran sendiri hanya sekitar 212  kasus, dimana 86 Kali kejadian masuk dalam WMK (Wilayah Menejemen Kebakaran) dan 126 kali non WMK. Sementara kegiatan BKO yang diperbantukan sebanyak 5 kali.

” Kita menyadari fungsi dan peran damkar saat ini jauh berbeda dengan damkar 10 tahun lalu, dimana damkar hanya melulu ngurusi kebakaran. Sekarang damkar dituntut harus tampil profesioanl, all round dan multi talenta. Dan Damkar Klaten secara berlahan namun pasti sudah menuju kearah sana”, ujarnya.

Dengan personil yang sangat terbatas untuk ukuran wilayah Klaten yang luas, damkar Klaten hanya memiliki 45 personil termasuk tim Rescuenya. Jumlah tersebut jelas tak sepadan dengan jangkaun luas wilayah Klaten dengan 26 kecamatan dan jumlah jiwa sekitar 1,3 juta jiwa.

Maka dengan keterbatasan jumlah anggota, Damkar Klaten lebih meningkatkan kuwalitas dan kuwantitas anggotanya, agar bisa tampil lebih professional, cekatan dan ahli dibidangnya masing masing.

“Karena keterbatasan jumlah personil kita akan optimalkan kuwalitas dan kuwantitas anggota damkar dan rescuenya. Ibarat pasukan Denjaka, 1 anggota tim rescue Damkar Klaten harus memiliki kemampuan dan ketrampilan diatas rata rata orang biasa”, harapnya.

Idealnya lanjut Joko Hendrawan, dengan luas wilayah yang ada, Damkar Klaten minimal memiliki jumlah personil Damkar dan tim rescue sekitar 150 orang, termasuk penambahan jumlah armada dan peralatan.

Jumlah tersebut nantinya terbagi di 3 pos Damkar, dikantor pusat, dan di dua tempat yakni wilayah Klaten Timur dan Klaten Barat. Rencananya pos Damkar wilayah Barat ada di Jogonalan dan wilayah timur ada di wilayah Penggung.

” Ini wacana kita mas. Mudah mudahan mas Bupati dapat segera merealisasi program Damkar, demi meningkatkan pelayanan maksimal pada masyarakat”, harapnya.

Menurut Joko Hendrawan idealnya tiap satu unit mobil Damkar diawaki 10 personil, yang terdiri dari tim kebakaran dan anggota rescue. Sehingga penanganan bisa lebih cepat, dan bisa menekan jatuh korban atau kerugian  lebih besar. Seperti misal taahun 2025 lalu Damkar telah mampu menyelamatkan Aset senilai Rp 14.029.000.000 rupiah.

Salah satu armada Damkar Klaten.

Sementara Kepala Bidang kebakaran Damkar Klaten Sumino menambahkan Damkar Klaten hanya memiliki 4 unit mobil pumpa, 1 unit water suplay dan 2 mobil lainnya. Dari armada tersebut keluaran terbaru buatan tahun 2017 ada 2 unit, dengan kapasitas 3000 dan 5000 liter air.

Sementara satu unit tangki (water Supley) “lungusran” dari kantor BPBD Klaten keluaran tahun 2013 lebih banyak menjadi “penjaga garasi” karena sering mogog mesinya ngadat. sedang satu unit produksi tahun 2023 dikembalikan ke aset karena tidak bisa digunakan lagi.

Sedang untuk kegiatan rescue dan penanganan kedaruratan yanag sring terjadi dilapangan unit Rescue Damkar Klaten hanya memiliki 2 unit motor tua jenis carry dan kijang.

” Saya tambahkan mas. Hasil dari rapat komisi I DPRD Klaten beberapa waktu lalu, tahun 2027/2028, jumlah pos Damkar akan dijadikan 5. Selain Kota, Penggung dan Jogonalan, akan ditambah lagi di wilayah Jatinom dan satu pos di Sajen Trucuk”, terangnya.

 

 

 

 

Idul Fitri