LENSA KLATEN.COM – Sebuah catatan prestasi kembali torehkan SMP Negri 5 (ESPEMA) Klaten Jawa Tengah, dibidang pendidikan dan lingkungan hidup. Usai meraih peringkat 1 sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi, kini berhasil meraih penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia.
Penyerahan piagam penghargaan dan piala diserahkan langsung Mentri Lingkungan Hidup pada acara yang digelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis lalu (11/12/25).
Ditemui diruang kerjanya Jum’at ( 19/12-25) Kepala Sekolah SMP Negri 5 Klaten Kamidi mengaku bangga dan senang atas diterimanya penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.

Dirinya mengaku capaian prestasi tersebut berkat kerja keras seluruh keluarga besar SMP Negeri 5 Klaten, mulai dari peran tukang kebon, guru, karyawan, serta seluruh siswa yang mampu menterjemahkan apa yang telah menjadi kebijakan sekolah.
” Alhamdulillah mas jika bulan kemarin kita meraih prestasi sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi, kini naik ke level Nasional. Mudah mudahan tahun depan kita bisa meraih sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional”, ujarnya.
Kamidi lebih jauh menjelaskan, keberhasilan yang diraih SMP 5 tersebut tak lepas peran aktif semua guru, karyawan serta siswa yang mampu bersinergi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih nyaman dan aman.
Seperti yang telah diprogramkan Kementrian Lingkungan Hidup dimana kita mampu menciptakan, sekolah menjadi tempat pembelajaran yang ramah dan peduli lingkungan, bersih dan sehat. Sehingga mampu membentuk warga sekolah sadar dan peduli lingkungan, berbudaya hidup bersih dan sehat, melalui kebijakan, kurikulum serta kegiatan partisipatif yang berkelanjutan.
Dalam menunjang keberhasilan ini lanjut Kamidi pihak sekolah melalui kebijakan yang digawangi tim Adiwiyata sekolah melakukan berbagai gebrakan dan inovasi. Baik mulai dari materi mapel, aplikasi pengajaran serta kegiatan anak anak dan guru terjun laangsung dilapangan.
Misalnya dalam kegiatan Jum’at bersih, dimana anak-anak melaksanakan kegiatan kebersihan di awal pembelajaran, dari jam 07.00 sampai jam 07.45 WIB. Anak-anak melakukan kegiatan berkaitan dengan kebersihan lingkungan, perawatan tanaman, menyulami tanaman yang sudah kurang sehat, dan sebagainya.

Sementara Wakil Ketua Tim Adiwiyata SMP N 5 Klaten Dewi Wijayanti S.Pd menjelaskan kepedulian kebersihan dan kecintaan anaka anak terhadap lingkungan yang hijau, bersih dan sehat sangat baik.
Hal ini dapat dilihat dari semua program non kulikuler sekolah, seperti mengelola dan merawat tanaman produktif di kebon, hingga penanganan pemilahan sampah di SMP 5 berjalaan sangat baik.
Bahkan dalam hal sampah mulai dari memilah hingga sampai di TPA sementara menjadi tugas anak anak. Hal ini untuk mendidik dan membentuk karakter anak sejak dini, agar mereka punya rasa tanggung jawab akan kebersihan dan cinta lingkungan.
Selain itu tiap siswa diberi tanggung jawab untuk merawat dan mengelola tanaman di depan kelas masing masing, yang kita beri nama kegiatan taman asuh. Disini tiap siswa di kelas akan saling berlomba untuk merawat tanamannya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 5 Klaten, yang juga ketua tim Adiwiyata SMPN 5 Klaten Joko Raharjo menamabahakan ada sejumlah proses atau tahapan yang harus dilakukan sebelum sekolah tersebut mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional.
Yakni mulai dari satu tahun pengajuan, meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Propinsi hingga akhirnya meraih penghargaan tingkat Nasional.
Dan untuk mendukung semua kegiatan tersebut anak anak diberi wawasan, edukasi serta tanggung jawab untuk merawat lingkungan kelas masing masing dengan merawat kebersiahana serta taman kelasnya.
” Anak anak kita beri tanggung jawab dan motivasi, bagaimana merawat serta mendesain agar taman kelasnya bisa cantik, hijau dan berseri. Dan nanti secara berkala kita akan memilih taman kelas yang layak menjadi juara dan percontohan untuk kelas lain”, ujarnya.
Selain merawat halamana kelas dan sekolah, penghijauan juga digerakkan di ruang terbuka sekolah yang dirasa bisa dimanfatkan untuk penghijauan.
Seperti yang sudah dilakukan berupa penanaman 50 pohon mangga dan pohon pisang di halaman belakang sekolah. Diharapkan jika sudah produksi, buah bisa dibagikan keada siswa. Sisanya bisa dijual dan hasil penjualan bisa digunakan untuk merawat atau membeli bibit tanaman lainnya.

Penghargaan Adiwiyata adalah program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertujuan mengajak sekolah berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup dan budaya sekolah berkelanjutan.
Dimana sekolah mampu menciptakan sekolah yang hijau, sehat, indah, dan nyaman, serta membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan. Para siswa mampu mengimplementasiskan apa yang diajarkan guru dalam menciptakan dan menjaga kebersihan dan cinta alam di sekolahnya.
Program Adiwiyata memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk kebiasaan positif siswa. Dimana mereka paham tentang hemat energi, memilah sampah, menjaga kebersihan, serta mencintai lingkungan sejak dini. Ini adalah investasi karakter yang akan membuahkan masyarakat masa depan yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi.











